Aku
dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi
hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka
menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda
dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua
gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh
sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku
dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu
ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku
terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun
mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua
layak dipukul!”Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang
melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku
bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus
mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau
duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar
mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu
lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri
tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan
kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata
setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis
meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan
berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku
masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian
untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut
masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang
adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku
berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP,
ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,
saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu,
ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi
bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita
memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap
air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana
mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku
berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau
melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah
mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau
mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya
mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai
selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu
untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke
muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus
meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan
jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk
tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya,
sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai
pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke
samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
“Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja
dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat
tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku
pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut
semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke
tahun ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di
kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang
penduduk dusun menunggumu di luar sana!“ Mengapa ada seorang penduduk
dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh,
seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,
“Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan
mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku
menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam
kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku
apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari
sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis
kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku
tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam
pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali
pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah
diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku
menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu
menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi
katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk
membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia
terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..” Aku masuk ke dalam
ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa
menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut
lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit.
Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu
berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku
bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku
memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun
itu, adikku 23. Aku berusia 26. Ketika aku menikah, aku tinggal di
kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang
dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka
mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus
mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah
mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi
direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan
sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak
tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki
sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah
sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada
kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer
tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.
Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau
mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya,
ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi
direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer
seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku
dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah,
“Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan
masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan
aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis
petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan
itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?”
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan
menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
“Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap
hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah
dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung
tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai
satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya
begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat
memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih
hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk
tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya
kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam
hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam
kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini,
air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
http://kyofusen.blogspot.com/2012/04/kisah-pengorbanan-seorang-adik.html
Senin, 21 Januari 2013
Cinta Kakak Gelandangan kepada Adiknya
Roy Angel adalah pendeta miskin yang memiliki kakak
seorang milyuner. Pada tahun 1940, ketika bisnis
minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya
menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan
harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy
Angel menjadi kayaraya. Setelah itu kaka Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung
yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di New
York dan memiliki kantor di Wallstreet.
Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy
Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu
pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan
penuh kekaguman.
"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini
mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan
yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya
penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak
saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan
bergumam,"Seandainya.... seandainya..."
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak
kecil itu,
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama
seperti kakakku".
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu
melanjutkan kata-katanya:
"Seandainya... seandainya saya dapat menjadi kakak
seperti itu.."
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu
berkeliling dengan mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.
Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah
Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa
blok dari sini".
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin
dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada
teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah"
pikir Roy.
"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah
rumah anak itu.
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada
Roy untuk berhenti sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan
segera kembali".
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah
reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy
mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar
dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia
mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa
saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil
menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di
dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini
mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan
ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil
seperti ini untukmu".
Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.
seorang milyuner. Pada tahun 1940, ketika bisnis
minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya
menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan
harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy
Angel menjadi kayaraya. Setelah itu kaka Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung
yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di New
York dan memiliki kantor di Wallstreet.
Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy
Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu
pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan
penuh kekaguman.
"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini
mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan
yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya
penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak
saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan
bergumam,"Seandainya.... seandainya..."
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak
kecil itu,
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama
seperti kakakku".
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu
melanjutkan kata-katanya:
"Seandainya... seandainya saya dapat menjadi kakak
seperti itu.."
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu
berkeliling dengan mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.
Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah
Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa
blok dari sini".
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin
dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada
teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah"
pikir Roy.
"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah
rumah anak itu.
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada
Roy untuk berhenti sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan
segera kembali".
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah
reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy
mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar
dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia
mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa
saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil
menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di
dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini
mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan
ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil
seperti ini untukmu".
Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.
Cerita Inspiratif: Bagaimana Kamu Menangani Kesulitan
Seorang
anak perempuan mengomel kepada ayahnya tentang kehidupannya dan
bagaimana keadaan sungguh sangat berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana
ia menanganinya dan ia ingin menyerah. Ia lelah untuk terus bertarung
dan berjuang. Sepertinya ketika satu masalah diselesaikan timbul masalah
lain.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur, lalu mengisi 3 panci dengan air dan meletakkannya di api. Tak lama, air di ketiga panci itu mulai mendidih.
Di satu panci ia meletakkan wortel, di panci lain ia meletakkan telur, dan di panci terakhir ia meletakkan biji-biji kopi. Ia membiarkannya mendidih, tanpa berkata sepatah kata apapun.
Anak perempuannya dengan tidak sabar bertanya-tanya dalam dirinya apa yang ayahnya lakukan. Ia memiliki masalah, dan ayahnya membuat ramuan aneh. Setengah jam kemudian, sang ayah berjalan ke kompor dan mematikan apinya. Ia mengambil wortel dan telur lalu meletakkannya di piring. Kemudian mengambil kopi dari panci terakhir dan meletakkannya di gelas.
Sang ayah bertanya, "Sayang apa yang kamu lihat,"
Dengan cepat, ia menjawab, "Wortel, telur, dan kopi."
Sang ayah membawanya lebih dekat dan memintanya untuk meraba wortel. Ia melakukannya dan merasakan wortel itu sudah lunak. Sang ayah lalu menyuruhnya mengambil telur yang sudah direbus itu dan memecahkannya. Setelah membuka cangkang telur, ia mengamati isinya yang padat. Akhirnya, sang ayah menyuruhnya untuk meminum sedikit kopinya. Wajahnya berkerut merasakan kekuatan rasa kopi itu.
Ia bertanya, "Apa maksud dari ini semua ayah?"
Sang ayah menjelaskan, "Setiap benda ini mengalami hal yang sama, 100 derajat air panas. Tetapi setiap benda bereaksi secara berbeda."
"Wortel pada mulanya masuk dengan keadaan kuat dan keras. Tetapi setelah melalui air mendidih, ia menjadi lunak dan lemah."
"Telur sangatlah rapuh. Cangkang luar yang tipis melindungi cairan di dalamnya. Tetapi setelah berada dalam air mendidih, dalamnya menjadi mengeras."
"Akan tetapi biji kopi adalah unik. Setelah mereka berada di air mendidih, ia menjadi semakin kuat dan kaya rasa dan baunya." "Yang mana dirimu?" Sang ayah bertanya pada anak perempuannya.
Ketika kesulitan mengetuk pintumu, bagaimana kamu menanggapinya?
Apakah kamu adalah wortel, telur, atau biji kopi?
Apakah kamu wortel yang terlihat kuat, tetapi dengan sedikit rasa sakit, kesulitan, panas kamu menjadi lesu dan lunak tanpa kekuatan?
Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lunak dan semangat yang terus mengalir seperti cairan? Tetapi setelah sebuah kematian orang terdekatmu, sebuah perpisahan, sebuah perceraian, sebuah PHK kamu menjadi keras dan kaku. Cangkangmu terlihat sama, namun kamu hati dan jiwamu berubah menjadi sangat keras dan kaku.
Atau kamu seperti biji kopi? Biji kopi tidak mendapatkan rasa dan aroma yang kuat sampai ia dipanaskan dalam air mendidih 100 derajat. Ketika keadaan semakin buruk, kamu justru semakin baik. Ketika hari-hari semakin kelam, ujian-ujian semakin berat, jiwamu justru naik ke level selanjutnya.
Bagaimana kamu menangani kesulitan? Apakah kamu wortel, telur, atau biji kopi?
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur, lalu mengisi 3 panci dengan air dan meletakkannya di api. Tak lama, air di ketiga panci itu mulai mendidih.
Di satu panci ia meletakkan wortel, di panci lain ia meletakkan telur, dan di panci terakhir ia meletakkan biji-biji kopi. Ia membiarkannya mendidih, tanpa berkata sepatah kata apapun.
Anak perempuannya dengan tidak sabar bertanya-tanya dalam dirinya apa yang ayahnya lakukan. Ia memiliki masalah, dan ayahnya membuat ramuan aneh. Setengah jam kemudian, sang ayah berjalan ke kompor dan mematikan apinya. Ia mengambil wortel dan telur lalu meletakkannya di piring. Kemudian mengambil kopi dari panci terakhir dan meletakkannya di gelas.
Sang ayah bertanya, "Sayang apa yang kamu lihat,"
Dengan cepat, ia menjawab, "Wortel, telur, dan kopi."
Sang ayah membawanya lebih dekat dan memintanya untuk meraba wortel. Ia melakukannya dan merasakan wortel itu sudah lunak. Sang ayah lalu menyuruhnya mengambil telur yang sudah direbus itu dan memecahkannya. Setelah membuka cangkang telur, ia mengamati isinya yang padat. Akhirnya, sang ayah menyuruhnya untuk meminum sedikit kopinya. Wajahnya berkerut merasakan kekuatan rasa kopi itu.
Ia bertanya, "Apa maksud dari ini semua ayah?"
Sang ayah menjelaskan, "Setiap benda ini mengalami hal yang sama, 100 derajat air panas. Tetapi setiap benda bereaksi secara berbeda."
"Wortel pada mulanya masuk dengan keadaan kuat dan keras. Tetapi setelah melalui air mendidih, ia menjadi lunak dan lemah."
"Telur sangatlah rapuh. Cangkang luar yang tipis melindungi cairan di dalamnya. Tetapi setelah berada dalam air mendidih, dalamnya menjadi mengeras."
"Akan tetapi biji kopi adalah unik. Setelah mereka berada di air mendidih, ia menjadi semakin kuat dan kaya rasa dan baunya." "Yang mana dirimu?" Sang ayah bertanya pada anak perempuannya.
Ketika kesulitan mengetuk pintumu, bagaimana kamu menanggapinya?
Apakah kamu adalah wortel, telur, atau biji kopi?
Apakah kamu wortel yang terlihat kuat, tetapi dengan sedikit rasa sakit, kesulitan, panas kamu menjadi lesu dan lunak tanpa kekuatan?
Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lunak dan semangat yang terus mengalir seperti cairan? Tetapi setelah sebuah kematian orang terdekatmu, sebuah perpisahan, sebuah perceraian, sebuah PHK kamu menjadi keras dan kaku. Cangkangmu terlihat sama, namun kamu hati dan jiwamu berubah menjadi sangat keras dan kaku.
Atau kamu seperti biji kopi? Biji kopi tidak mendapatkan rasa dan aroma yang kuat sampai ia dipanaskan dalam air mendidih 100 derajat. Ketika keadaan semakin buruk, kamu justru semakin baik. Ketika hari-hari semakin kelam, ujian-ujian semakin berat, jiwamu justru naik ke level selanjutnya.
Bagaimana kamu menangani kesulitan? Apakah kamu wortel, telur, atau biji kopi?
http://kyofusen.blogspot.com/2012/04/cerita-inspiratif-bagaimana-kamu.html
10 Manfaat pisang bagi kesehatan tubuh Anda
1. Sumber energi
Pisang mengandung tiga jenis gula alami: fruktosa, glukosa, dan sukrosa, yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi. Makanya, banyak atlet suka makan pisang saat istirahat pertandingan untuk menambah energi secara instan.
2. Kesehatan jantung
Pisang kaya akan serat makanan yang bisa mencegah penyakit jantung koroner. Buah tropis ini juga memiliki kandungan kalium yang tinggi, namun rendah natrium. So, pisang merupakan makanan yang sempurna untuk mencegah tekanan darah tinggi.
3. Baik untuk darah
Selain kalium, pisang juga kaya akan vitamin B6 yang penting dalam pembuatan antibodi dan hemoglobin dalam darah. Vitamin B6 sangat penting dalam menjaga kadar gula darah tetao stabil.
4. Sistem saraf yang sehat
Kandungan potasium pada pisang dapat mencegah serangan stroke. Terbukti, sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan pisang secara teratur dapat mengurangi 40% risiko kematian karena stroke.
5. Kesehatan ginjal
Dengan bantuan kalium, pisang juga bisa mengurangi risiko batu ginjal yang berhubungan dengan ekskresi kalsium dalam urin.
6. Mood booster
Vitamin B6 atau triptofan berperan penting dalam pembuatan hormon serotonin, yang bertugas mengatur suasana hati dan menenangkan otak. Perlu senjata untuk melawan depresi atau insomnia? Makan pisang dong!
7. Anemia
Pisang mengandung zat besi, yang penting dalam memerangi anemia. Senyawa ini juga penting dalam pembuatan hemoglobin dalam tubuh, lho. Wah, pantas saja si monyet tidak pernah anemia.
8. Baik untuk otak
Pisang dapat meningkatkan kekuatan otak Anda. Sekitar 20% dari aliran darah tubuh dipompa ke jantung. Selain itu, otak juga memerlukan banyak energi dan oksigen untuk bekerja.
9. Luka lambung
Pisan juga memiliki efek anti-asam yang menenangkan perut dan meredakan rasa perih di perut. Tidak hanya sampai disitu, pisang juga bisa melawan ulkus (luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi pada lambung) dengan mengurangi keasaman dan iritasi pada lambung.
10. Buang air besar
Buah pisang terkenal dengan kandungan seratnya yang tinggi. Nah, makan pisang menjadi solusi alami untuk mengatasi sembelit.
http://www.merdeka.com/sehat/10-manfaat-pisang-bagi-kesehatan-tubuh-anda.html
Pisang mengandung tiga jenis gula alami: fruktosa, glukosa, dan sukrosa, yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi. Makanya, banyak atlet suka makan pisang saat istirahat pertandingan untuk menambah energi secara instan.
2. Kesehatan jantung
Pisang kaya akan serat makanan yang bisa mencegah penyakit jantung koroner. Buah tropis ini juga memiliki kandungan kalium yang tinggi, namun rendah natrium. So, pisang merupakan makanan yang sempurna untuk mencegah tekanan darah tinggi.
3. Baik untuk darah
Selain kalium, pisang juga kaya akan vitamin B6 yang penting dalam pembuatan antibodi dan hemoglobin dalam darah. Vitamin B6 sangat penting dalam menjaga kadar gula darah tetao stabil.
4. Sistem saraf yang sehat
Kandungan potasium pada pisang dapat mencegah serangan stroke. Terbukti, sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan pisang secara teratur dapat mengurangi 40% risiko kematian karena stroke.
5. Kesehatan ginjal
Dengan bantuan kalium, pisang juga bisa mengurangi risiko batu ginjal yang berhubungan dengan ekskresi kalsium dalam urin.
6. Mood booster
Vitamin B6 atau triptofan berperan penting dalam pembuatan hormon serotonin, yang bertugas mengatur suasana hati dan menenangkan otak. Perlu senjata untuk melawan depresi atau insomnia? Makan pisang dong!
7. Anemia
Pisang mengandung zat besi, yang penting dalam memerangi anemia. Senyawa ini juga penting dalam pembuatan hemoglobin dalam tubuh, lho. Wah, pantas saja si monyet tidak pernah anemia.
8. Baik untuk otak
Pisang dapat meningkatkan kekuatan otak Anda. Sekitar 20% dari aliran darah tubuh dipompa ke jantung. Selain itu, otak juga memerlukan banyak energi dan oksigen untuk bekerja.
9. Luka lambung
Pisan juga memiliki efek anti-asam yang menenangkan perut dan meredakan rasa perih di perut. Tidak hanya sampai disitu, pisang juga bisa melawan ulkus (luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi pada lambung) dengan mengurangi keasaman dan iritasi pada lambung.
10. Buang air besar
Buah pisang terkenal dengan kandungan seratnya yang tinggi. Nah, makan pisang menjadi solusi alami untuk mengatasi sembelit.
http://www.merdeka.com/sehat/10-manfaat-pisang-bagi-kesehatan-tubuh-anda.html
10 Manfaat Buah Naga
1. Menghambat Penuaan Dini
Anti oksidan yang terkandung dalam Buah naga dapat mengambat proses
penuaan dini yang biasa dialami oleh seseorang yang setiap harinya
terpapar oleh polusi udara. Kandungan yang terdapat dalam buah naga akan
mengeluarkan racun dalam tubuh secara efektif, sama efektifnya dengan
buah apel.
2. Mencegah Kanker
Antioksidan selain berguna untuk menghambat penuaan dini juga terbukti
ampuh untuk mencegah tumbuhnya sel kanker dalam tubuh manusia. Buah yang
memiliki rasa hambar sedikit manis dengan biji kecil yang dapat
dikonsumsi ini dapat dikonsumsi oleh semua lapisan usia. Namun, ada juga
seseorang yang tidak menyukai buah lembek ini.
3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Vitamin C yang terkandung di dalam buah naga cukup tinggi itulah
sebabnya mengapa buah ini sangat baik dikonsumsi oleh Anak dalam masa
pertumbuhan. Bila Anda sering terkena flu khususnya disaat perubahan
musim yang tidak menentu seperti sekarang ini sebaiknya konsumsilah buah
naga secara teratur setiap hari.
4. Meningkatkan Nafsu Makan
Jika saat ini Anda sedang mengalami masa dimana nafsu makan turun
sebaiknya konsumsilah buah naga. Selain kandungan Vitamin C yang tinggi
ternyata di dalam buah naga juga terkandung Vitamin B2 dan B1 yang
sudah sejak lama diandalkan oleh dunia pengobatan sebagai penambah nafsu
makan khususnya dalam masa penyembuhan dari penyakit.
5. Menurunkan Kadar Kolesterol
Selain Vitamin B2 dan B1 buah naga juga banyak menyimpan Vitamin B3 yang
jika dikonsumsi secara teratur dapat menurunkan kolesterol dalam darah
secara efektif. Jika kolesterol darah menurun maka seseorang akan
dijauhkan dari yang namanya gangguan peredaran darah dan jantung.
6. Memperkuat Tulang dan Gigi
Didalam satu buah naga terdapat kandungan fosfor dan kalsium yang
melimpah. Itulah sebabnya jika seseorang mengkonsumsi buah naga secara
teratur keadaan tulang dan giginya jauh lebih baik ketimbang seseorang
yang tidak pernah makan buah naga. Bagi Anda yang kini menginjak usia
senja sebaiknya konsumsi buah naga karena dapat mencegah terjadinya
kerapuhan tulang atau osteoporosis.
7. Mencegah Diabetes Melitus
Saat ini penyakit degenatif merupakan momok tersendiri bagi seseorang
yang setiap harinya mengkonsumsi makan tak sehat. Apalagi orang tersebut
menjalani kehidupan dengan pola hidup tidak sehat, kemungkinan besar
dimasa tuanya akan mengalami penyakit degeneratif yang saat ini
jumlahnya semakin meningkat mengalahkan penyakit infeksi. Jika Anda
sadar akan hal itu dan takut terjangkit Diabetes Melitus sebaiknya mulai
sekarang konsumsilah buah Naga karena didalamnya terdapat zat yang
efektif untuk mengurangi kadar gula dalam darah.
8. Merawat Kesehatan Mata
Tak hanya Vitamin A yang dibutuhkan untuk menjaga mata agar tetap sehat.
Karoten, juga bermanfaat atas kesehatan mata yang kita miliki. Didalam Manfaat Buah Naga terdapat kandungan karoten yang sangat baik untuk mata bila dikonsumsi.
9. Merawat Jantung Agar tetap sehat
Selain olahraga teratur konsumsi makanan sehat juga dibutuhkan untuk
menjaga kesehatan jantung. Jika Anda bingung menentukan buah apa yang
sehat untuk jantung, sebaiknya pilih Buah Naga untuk jadi sala satu menu
makanan sehat Anda mulai sekarang. Kandungan Vitamin C, B1, B2, dan B3
didalam Buah yang dijuluki Dragon Fruit ini sangat baik untuk kesehatan
jantung Anda.
10. Merawat Kesehatan Kulit
Jika saat ini Anda sedang mengalami masalah pada kulit khususnya jerawat
tak perlu kawatir. Sebab, didalam buah naga terdapat kandungan Vitamin C
yang dapat kita andalkan sebagai salah satu cara menghilangkan jerawat
secara sehat. Caranya pun cukup mudah, ambil satu buah naga lalu kupas
kulitnya, masukkan kedalam blender, haluskan. Masukkan buah naga halus
kedalam gelas, ambil airnya dengan sendok usapkan pada wajah. Sisanya
bisa diminum sebagai jus segar. Lakukan secara teratur sampai masalah
jerawat Anda hilang. Selain itu juga dapat diandalkan sebagai salah satu
cara menghilangkan bekas jerawat yang mengganggu pada kulit wajah Anda.
http://yukidaniswara.blogspot.com/2012/12/10-manfaat-buah-naga-yang-harus-anda.html
Jumat, 18 Januari 2013
Tugas Softskill 4 ( Bahasa Indonesia 2)
Nama : Raden Bambang Sumantri
NPM : 25210513
Kelas : 3EB09
Disamping berguna untuk perencanaan, anggaran berfungsi pula sebagai alat pengawasan. Saat perusahaan sedang merampungkan suatu kegiatan, perusahaan dapat membandingkan antara anggaran yang disusun sebelumnya dengan anggaran yang terealisasi.
Terakhir, perusahaan dapat melaksanakan evaluasi pada akhir periode dengan menggunakan anggaran sebagaialat evaluasinya. Misalnya, pada suatu periode tertentu, terdapat perbedaan antara rencana anggaran dengan realisasi anggaran, berarti perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya selisih tersebut.
NPM : 25210513
Kelas : 3EB09
Akuntansi
Penganggaran Dalam Perusahaan
1. Definisi
1.1. Definisi Anggaran adalah suatu rencana formal dari
suatu perusahaan yang disusun secara sistematis dalam jangka waktu tertentu dan
meliputi keseluruhan aktifitas di dalam perusahaan, Sedangkan Penganggaran adalah proses yang dilakukan untuk
mengatur rencana anggaran perusahaan.
1.2. Definisi menurut para ahli
-
Definisi anggaran menurut Mulyadi adalah :
” Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu 1 tahun “.
” Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu 1 tahun “.
-
Definisi anggaran menurut Supriyono adalah :
” Perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian ( pengawasan ) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang “.
” Perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian ( pengawasan ) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang “.
1.3. Definisi Akuntansi Penganggaran
adalah teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan
untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
Akuntansi anggaran dilakukan ketika anggaran disahkan, dialokasikan, dan
direalisasikan
2. Fungsi penganggaran
Melalui anggaran, suatu perusahaan dapat
menyusun perencanaan seluruh aktifitasnya secara terpadu. Hal ini dimungkinkan
karena seluruh perencanaan membutuhkan biaya, dan menghitung biaya berarti
‘bersentuhan’ dengan anggaran.
Anggaran berfungsi pula sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan. Anggaran yang sudah tersusun dapat menjadi acuan bagi manajemen dan staf dalam melaksanakan kegiatan mereka.
Anggaran berfungsi pula sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan. Anggaran yang sudah tersusun dapat menjadi acuan bagi manajemen dan staf dalam melaksanakan kegiatan mereka.
Disamping berguna untuk perencanaan, anggaran berfungsi pula sebagai alat pengawasan. Saat perusahaan sedang merampungkan suatu kegiatan, perusahaan dapat membandingkan antara anggaran yang disusun sebelumnya dengan anggaran yang terealisasi.
Terakhir, perusahaan dapat melaksanakan evaluasi pada akhir periode dengan menggunakan anggaran sebagaialat evaluasinya. Misalnya, pada suatu periode tertentu, terdapat perbedaan antara rencana anggaran dengan realisasi anggaran, berarti perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya selisih tersebut.
3.
Faktor yang memengaruhi
penyusunan penganggaran:
- Faktor internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah data,
informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Yang dapat
berupa: Penjualan tahun –tahun lalu, kebijakan perusahaan yang berhubungan
dengan masalah harga jual, kapasitas
produksi dll).
b. b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal meliputi, data, informasi dan
pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi memiliki pengaruh terhadap
kehidupan perusahaan.Yang dapat berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan
penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, perekonomian
nasional, berbagai kebijakan pemerintah dll.
4. Tujuan disusunnya Anggaran
-
Digunakan sebagai
landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.
-
Memberikan batasan
atas jumlah dana yang dicari dan digunakan
-
Merinci jenis sumber
dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memudahkan
pengawasan
-
Merasionalkan sumber
dana dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
-
Menyempurnakan
rencana yang telah disusun karena dengan anggaran, lebih jelas dan nyata terlihat
-
Menampung dan
menganalisis serta memutusakan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.
5. Manfaat penganggaran
1.
Segala kegiatan dapat
terarah pada pencapaian tujuan bersama.
2.
Dapat digunakan
sebagai alat penilaian kelebihan dan kekurangan pegawai
3.
Dapat memotivasi
karyawan karena ada tujuan/sasaran yang akan dicapai
4.
Menimbulkan rasa
tanggung jawab pegawai
5.
Menghindari
pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu
6.
Sumber daya yang
dapat dimanfaatkan seefisien mungkin
6. Proses penyusunan anggaran
1.
Mengumpulkan data dan
informasi yang diperlukan dalam menyusun anggaran.
2.
Pengolahan data dan
informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan penaksiran-penaksiran.
3.
Menyusun anggaran
serta menyajikannya secara sistematis.
4.
Pengkoordinasian
pelaksanaan anggaran
5.
Pengumpulan data dan
informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan melakukan penilaian.
6.
Pengolahan dan
penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan terhadap kegiatan kerja yang
telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut
dari kesimpulan yang telah di ambil.
7.
Hubungan antara Penganggaran
dengan Akuntansi
Akuntansi menyajikan data
historis yang sangat bermanfaat untuk menghitung (menyiapkan) taksiran-taksiran
yang akan dituangkan dalam budget, yang nantikan akan dijadikan sebagai pedoman
kerja di waktu yang akan datang. Selanjutnya akutansi akan melakukan pencatatan
secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaaan budget itu nantinya, dari
hari ke hari, dengan demikian akuntansi dapat menyajikan data realisasi pelaksanaan
budget secara lengkap.
Sehingga dengan membandingkan
antara budget dan catatan akuntansi dapat diketahui apakah perusahaan telah
melaksanaakan proses kerja secara efisien atau in-efisisen, efektif atau inefektif,
dll. Oleh karena itu semua teknik pencatatan dan semua sistematika yang dipakai
dalam akuntansi harus sama dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang
dipakai dalam budget.
8.
Kelemahan
penganggaran
1.
Anggaran dibuat
berdasarkan taksiran dan asumsi sehingga mengandung unsur ketidakpastian.
2.
Menyusun anggaran
yang cermat memerlukan waktu, uang dan tenaga.
3.
Pihak yang merasa
dipaksa untuk melaksanakan anggaran, dapat menggerutu dan menentang. Sehingga
pelaksanaan anggaran menjadi kurang efektif.
9. Daftar Pustaka
Kamis, 17 Januari 2013
Tugas Softskill
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Perkonomian Suatu Negara
Tujuan yang
ingin dicapai oleh setiap negara adalah meningkatkan kemakmuran warganya dan
menjaga perekonomian agar tetap stabil dan terus meningkat serta menjaga
keamanan dalam negaranya agar para investor merasa nyaman untuk
menginvestasikan modal dinegara tersebut.
Jika tingkat
penggangguran disuatu negara relative tinggi, maka dapat menghambat negara
tersebut untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang telah direncanakan. Hal
ini terjadi karena pengangguran berdampak negative dalam kegiatan perekonomian.
Pengangguran
menyebabkan masyarakat tidak dapat mencapai tingkat kemakmurannya karena
disebabkan pendapatan yang diperoleh lebih rendah daripada pendapatan yang
seharusnya. Sehingga masyarakat akan selalu merasa kekurangan dalam memenuhi
kebutuhannya.
Pengangguran
juga menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal
ini disebabkan pengangguran yang tinggi sehingga kegiatan perekonomian menurun dan mempengaruhi
pendapatan masyarakat. Karena pendapatan
masyarakat menurun, maka pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan
menurun. Jika penerimaan pajak menurun, maka untuk kegiatan ekonomi pemerintah
juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan tersendat.
Selain itu,
pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga
permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan ini tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha)
untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat
investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.
Langganan:
Postingan (Atom)